Dear Allah….

Dear Allah, maaf telah terlalu sering mengadukan kesedihan ku, terlalu sering mengadukan segala yang membuat ku menangis. Maafkan aku Tuhan. Untuk cinta ku yang kurang untuk-MU. Untuk segala sesuatu yang menjadiakan ku seperti saat ini. Jika boleh meminta sedetik saja ingin rasanya membunuh masalah yang menghantam otak ku . Sekali saja Tuhan.

Dear Allah, Maafkan aku Terlalu banyak mengeluh dari pada bersyukurnya. Aku tau  aku terlalu berlebihan meminta, setiap saat meminta berharap esok atau lusa Allah akan mengabulkan permintaan ku.

Dear Allah, aku selalu saja merintih, menangis jika beban di pundak ku seakan tidak dapat aku tangani, aku selalu saja menangis jika semua yang menghimpit ku, tapi Engkau selalu memberikan pertolongan untuk ku, mendatangkan orang-orang baik di sekeliling ku. Menyayangi ku dengan setulus hati.

Dear Allah, terimakasih untuk setiap pertolongan yang tak pernah engkau lelahkan untuk ku, aku sering menangis tergaru, di saat tidak tau  apa yang akan aku perbuat, saat seakan tidak ada yang membantu, engkau membantu ku menangani setiap permasalah hidup ku. Aku tau ini belum seberapa sekarang aku tidak takut lagi dengan masalah, aku punya Allah yang maha besar yang selalu menolong ku..

 

Iklan

mata ku sembab karena menangis semalam.

“Pernah berpikir untuk tidak menikah,?” tanyaku pada sri.

Wanita dengan penampilan biasa itu menatap qu aneh. Ia menarik napas sebentar lalu menatap qu.

“Kau tau, ni. Aqu memang playgirl, punya pacar dimana-dimana tapi untuk urusan menikah tentu saja aqu mau menikah. Aqu tidak ingin menghabiskan sisa umurku sendiri. Aqu butuh sosok pria yang menemani qu sampai mati.”

Jawaban yang cukup mengangetkan. Aqu tau sri wanita jalang, slalu mempermainkan laki-laki semaunya. Tapi untuk menikah ia memang serius.

“Kau tau, sri. Aqu takut untuk menikah apalagi kembali membuka hati pada lelaki, kau tahu sri, kejadian kemaren membuat qu taruma, dan terkadang berfikir untuk tidak menikah, aqu tau ini konyol tapi aqu takut kembali patah hati untuk kesekekian kalinya.

“Kau masih ingin menikah, sri? Menikah dengan salah satu kekasihmu?” pungkas qu dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

“Aih, apa jawaban qu kurang, sri. Tentu saja aqu ingin menikah tapi bukan dengan salah satu pacar qu. Aqu ingin menikah dengan pria yang rajin ibadah, rajin sholat dan mengaji, rajin memberi dan tentu saja rajin mengingatkan qu tentang hal-hal yang baik.”

sri … kemaren yang mengajak qu untuk menikah itu yang ahli ibadah, Ia juga sudah sangat dewasa, tapi tetap saja ia tidak bisa memperlakukan wanita dengan baik. Ia hanya main-main jika saja aqu menikah dengannya ia hanya menginginkan qu tidak dengan keluarga qu.

Mata qu berkaca-kaca….

“Kita tidak pernah tau hidup kan, Ni? Untuk itu aqu selalu berpikir bagaimana jika suatu hari nanti orang-orang di sekeliling qu meninggalkan qu saat aqu tak lagi memiliki apa-apa. Bagaimana jika suatu saat nanti orangtua qu tak ada dan hidup qu masih tak berubah? Aqu hanya ingin menjadi lebih baik. Dan itu tidak pernah salah.”

aqu terdiam mendengar penjelasan sri, ngak mungkin orang seperti dia punya pemikiran seperti itu.

sri memeluk qu. malam ini aqu memang benar-benar menangis dipundanya. Aku tau jodoh memang sudah di tentunkan, tapi aqu seakaan tidak terima dengan kejadian kemaren, memang berat tapi setidaknya aku masih bersyukur karena Allah akan mempertemukan qu dengan yang jauh lebih baik nantinya. Aku masih ingat kewajibanku di sini. Menuntaskan pendidikanku untuk masa depan nanti. Toh, hidup tidak akan seperti ini terus menerus. Hidup akan berubah jauh lebih baik kedepannya.

 

Sesekali dihapus airmata yang menetes melewati pipi qu. Membayangkan bagaimana pahitnya hidup sama halnya membuka pintu untuk berhenti berjalan meraih apa yang diharapkan. Bukankah berpikir positif akan menghasilkan nilai postif?

waktu menunjukkan pukul 03.00 Wib aqu dan sri yang sedari tadi duduk di depan kos kaget.

” ni hayu masuk udara mulai dingin di luar nanti kamu sakit.” pungkas sri yang sedari tadi memeluk qu. Ia memang selalu jadi tempat bersandar qu, saat masalah menghantui fikiran qu, ia memang satu-satunya teman akrab qu sejak awal masuk kuliah.

terimakasih sri, kamu selalu ada saat aqu benar-benar butuh seseorang buuat bersandar, terimakasih sri..

 

 

 

 

pernikahan di balas surat Undangan..

tepatnya pukul 23.04 Wib malam sabtu… masih dengan suasana lebaran tanggal 7 juli 2017 yang katanya hari ini hari cantik karna tanggalnya yang hampir menunjukkan angka 7 semua. ada sedikit sikap aneh dari Dia, yah sebut saja dia bukan siapa-siapa qu, atau mungkin calon suami qu.

terbilang aqu dan dia dekat hampir setahun belakangan ini, tiap hari komunikasi kabar-kabaran apapun kegiatannya ia selalu ngasih kabar ke aqu. entah itu ia sedang di kampus atau di luar kegiatan kampus. ia seorang dosen yang sekarang fokus menyelesaikan S3nya di Universitas Airlangga. ia sangat baik meskipun terkadang bersikap tegas ke aqu, dia ahli ibadah yah tentunya setiap hari shlat ke mesjid pagi2 buta ia sudah bangun untuk melaksanakan shlat tahajud. di situ aqu meresa suka dengannya, karna kedewasaannya, karna pengertiannya, karna kerajinannya.

ia sih dari jauh-jauh hari ia sering mengajak qu untuk menikah, tapi tetap saja aqu menolak, aqu ingin S1 terselesaikan dulu di Universitas pamulang. agar nantinya berumah tangga ngak terganggu dengan kuliah atau urusan rumah.

yang biasanya ia selalu ngasih kabar belakangan ni sangat berbeda, biasanya ia sering menelfon qu. menanyai kabar qu tapi belakangan ini tidak. kami masih tetap telfonan tapi tidak seperti biasanya, telfon hanya sebentar ia selalu punya alasan ” tugas qu lagi bnyak, aqu capek bnget.” yah alasan itu yang sering ia terlontarkan ke aqu. Aqu hanya bisa bilang Ia istirahatlah.

beberapa hari ini sikap qu sedikit aneh selepas dari kampung perasaan sedikit tidak tenang, perasaan gelisah.  kamar yang biasanya rapi beberapa hari ini terlihat berantakan, makan yang bisanya sering sama sekali ngak ada selera, aqu ngak tau kenpa bisa begitu, feeling qu ngak sampe kesana, karna menurut qu , aqu dengan dia ngak ada masalah apa-apa.

sebelum puasa kemaren ia terus memaksa qu untuk datang kerumahnya, lebaran disana bersama dengan keluarganya, tapi aqu yang keras kepala selalu saja menolak tawarannya. rencana slesai liburan Uas ini Ia akan ke sini untuk datang menjemput qu, yah karna libur panjang kami akan menghabiskan waktu liburan di kampungnya.

buka fb, yah biasanya dengan buka fb buat status bisa hilangin sedikit kegelisahan, karna di setiap updatetan status qu baklan terlihat beberapa comentan teman2 fb. yang bisa buat ketawa, yah di fb aqu dengan dia memang sengaja ngak berteman setiap ia meminta pertemanan selalu qu abaikan. Aqu takut saat aqu sedang asyik coment2an dengan teman-teman ia malah cemburu.

di sosial media kami tidak terlalu aktif, kami lebih bnyak menghabiskan waktu lewat telfonan, dengan telfonan cirita-cerita dan sebagainya. tidak sengaja selepas isya tadi kami masih kabar-kabaran aqu sedang makan nanti telfon lagi pungkasnya.

aqu ngak sengaja ngebuka fb beberapa menit terlintas di fikiran qu untuk ngeliat dinding fbnya, aqu ketik namanya di tempat pencarian, terlihat jelas bnyak sekali teman2 fbnya nge tag beberapa status juga vidio dengan kata-kata ucapan selamat bahagia, kata-kata itu di lontarkan ke Dia.

aqu terdiam kaget, dengan cepat-cepat aqu keluarin fbnya dan langsung nge blok fb dan inbokannya, aqu ngak kuat ngelihat saat ia memakaikan cincin ke jari manis wanita lain, kenpa bisa begitu beberapa hari kemaren kita masih baik-baik saja masih bercanda seperti biasanya.

kenpa kamu tega ngasih harapan ke aqu dan keluarga qu pada akhirnya kamu pergi dengan wanita lain. Sudah dari kemaren aqu menyuruh mu untuk mencari wanita lain, tapi kamu tetap memilih qu sabagai wanita mu, dan pada akhirnya aqu jatuh hati, saat aqu sudah benar2 siap malah kamu pergi dengan wanita lain, tanpa pamit ke aqu, tanpa mengatakan sepatah kata pun ke aqu..

kamu tau kamu telah melukai perasaaan aqu juga keluarga qu, tapi aqu ikhlas ini yang terbaik buat mu, aqu yang salah aqu terlalu memilih aqu terlalu  lama mengambil keputusan hingga pada akhirnya kamu memilih untuk pergi dengan wanita lain..

berbahagialah semoga iu benar-benar keputusan terbaik mu 😥 😥